
Akibatnya menurut Rina Saragih, pengusaha rumah makan Selera di Pematangsiantar, Kecamatan Raya, keuntungan yang diperoleh sangat minim dibandingkan sebelumnya. Sambung dia menerangkan harga ikan Tongkol dari sebelumnya Rp20 ribu per kilogram saat ini menjadi Rp28 ribu hingga Rp30 ribu. Sedangkan Ikan Dencis dari Rp18 ribu menjadi Rp30 ribu, ikan Mayung dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogramnya.
“Biasanya bisa mendapatkan untung antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari sejak dua pekan ini dengan harga ikan yang terus naik mendapatkan untung Rp100 ribu saja sulit, karena jika dinaikan harga pembeliannya jualan tidak akan laku,” ujar Rina.
Hal yang sama disampaikan Ucok Nainggolan pengusaha Rumah Makan Lestari di Jalan Panei-Pematangsiantar, yang mengaku terpaksa mengurangi ukuran ikan yang disajikan. “Dengan kondisi harga ikan yang mahal saat ini, terpaksa ukuran ikan yang disajikan dikurangi lebih kecil dari biasanya, untuk satu ekor yang biasanya dibagi dua saat ini satu ekor dibagi tiga,” kata Ucok.
Sementara salah seorang pedagang ikan yang ditemui di Pasar Horas Pematangsiantar, mengaku kenaikan harga ikan disebabkan minimnya pasokan dari agen ikan dari Sibolga, Tanjung Balai dan Belawan. “Pasokan ikan dari agen di Sibolga,Tanjung Balai dan Belawan memang berkurang sehingga harga pembelian dari agen juga naik,dan penjualan kepada pembeli juga jadi naik,” sebut Fendy salah seorang pedagang ikan di Pasar Horas Pematangsiantar.
(akr)
Baca Lagi dong https://ekbis.sindonews.com/read/1275106/34/harga-ikan-laut-masih-tinggi-pengusaha-mengeluh-1516368337Bagikan Berita Ini
0 Response to "Harga Ikan Laut Masih Tinggi, Pengusaha Mengeluh"
Post a Comment