"Stok (beras) kita kurang sekira 100 ribu ton. Kalau kita melihat pengalaman yang dulu, Bulog itu kekuatannya dalam satu bulan bisa 400 ribu sampai 600 ribu ton. Katakanlah tiga minggu stok bisa aman, harga stabil," kata Amran usai mengikuti panen raya di Demak, Selasa (23/1/2018).
Dia menambahkan, sejumlah daerah telah memasuki masa panen raya sehingga persoalan pangan segera teratasi. Lebih lanjut Mentan menerangkan belum lama sempat mengikuti panen raya di Bojonegoro Jawa Timur (Jatim), kemudian hari ini di Demak dan dilanjutkan ke Kudus.
"Kita bersyukur, ini adalah panen raya kedua setelah kemarin di Bojonegoro Jatim. Di Jateng, masa panennya mulai sekarang hingga Februari, dengan luasan 300 ribu hektares. Hasil itu setara dengan 1,8 juta ton sampe dua juta ton gabah atau setara beras 800 ribu ton hingga satu juta ton," terangnya.
Pada panen raya yang digelar di Desa Sari Kecamatan Gajah seluas 7.000 hektare lahan padi. Padi yang ditanam adalah jenis varietas Ciherang dengan rata-rata produksi 9,2 ton per hektare. Saat melihat panen raya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi sejumlah pejabat serta Bupati Demak, M Natsir.
(akr)
Baca Lagi dong https://ekbis.sindonews.com/read/1276014/34/kekurangan-stok-beras-100-ribu-ton-mentan-pede-segera-teratasi-1516696081Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kekurangan Stok Beras 100 Ribu Ton, Mentan Pede Segera Teratasi"
Post a Comment