Pastinya tak akan ada yang bersedia tinggal di sebuah kota yang gemerlap namun menyimpan kesemrawutan di dalanmya. Kesemrawutan karena tata ruang yang tak terkonsep dengan baik, sistem transportasi yang tak tertata dan tak terintegrasi. Narasi kota seperti itu banyak kita jumpai di mana-mana.
Kota Baru Meikarta, Cikarang, yang dibangun oleh Lippo Group menyiapkan sistem dan jaringan transportasi paling inovatif dan satu-satunya di Indonesia yang akan menyelamatkan penghuninya dari keruwetan yang menghabiskan energi. Karena infrastruktur yang dibangun Lippo Group ini dirancang dengan matang dan lengkap.
Pusat perbelanjaan, rumah sakit internasional dan pusat kesehatan, international financial centre, hotel internasional bintang 5, perpustakaan nasional, opera theatre dan art centre, sekolah dasar internasional dan nasional plus, SMP/SMA nasional dan internasional, pusat riset industri, international exhibition centre (ICE) dan Indonesia Silicon Valley akan dibangun di Kota Baru Meikarta.
Kota Baru Meikarta memang sebuah kota untuk masa depan dengan konsep Traffic Efficient Grid System dan Smart City. Suatu konsep kota-kota utama di dunia seperti Kota Manhattan di New York, Amerika Serikat.
Kota yang dibangun untuk penghuninya yang mendambakan kemudahan akses transportasi umum dan kemudahan yang hanya selangkah dari hunian. Sebagaimana dikatakan James Riady, CEO Lippo Group, di Indonesia sebuah kota dengan konsep serupa itu memang sebuah terobosan dan inovasi bagi industri properti yang tentunya akan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian, tidak hanya bagi penghuninya tapi juga bangsa Indonesia.
Generasi milenal yang kelak menjadi penghuni Kota Baeru Meikarta akan menikmati transportasi internal yaitu APM (Automated People Mover) yang dapat menghubungkan semua bagian titik di Meikarta. Sehingga, penghuni bisa dengan mudah mencapai berbagai pusat kegiatan.
Guna menciptakan sebuah kota yang cerdas, efisien, dan ramah lingkungan, Kota Meikarta berorientasi ke arah optimalisasi penggunaan transportasi umum seperti MRT dan LRT sebagaimana sudah menjadi rutinitas masyarakat di kota-kota besar dunia. Setiap 5 menit kereta tersebut singgah untuk mengangkut penumpang di masing-masing stasiun. Jalur transportasi darat mudah diakses secara cepat dan nyaman.
Seperti di Singapura, kawasan hunian menghubungkan dengan pusat transportasi umum. Begitu juga dengan Meikarta, yang akan memiliki empat lapis jaringan transportasi, yakni memisahkan pedestrian dan kendaraan bermotor, transportasi internal di ground floor seperti monorail yang menghubungkan city-points dan area, serta pedestrian flyover di lantai dua menghubungkan ke semua gedung.
Meikarta memang tidak hanya memenuhi kebutuhan perkotaan, namun juga menyiapkan untuk kebutuhan hidup manusia di masa mendatang. Dengan menawarkan kualitas hidup yang lebih baik, Meikarta akan menciptakan komunitas yang ramah dengan lingkungan dan bisnis. Dengan sinergi tersebut, maka akan tumbuh kebersamaan yang lebih baik.
Bagi penghuni Meikarta yang bekerja di Jakarta atau sekadar mau jalan-jalan di Ibu Kota menggunakan mobil, mereka bisa pergi melalui jalan tol layang Jakarta-Cikampek. Begitu pula dengan penduduk Jakarta yang ingin berwisata ke Meikarta. Akses tol ini bersifat direct, jadi orang bisa langsung sampai ke Meikarta.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kota yang Menghubungkan Penghuninya ke Pusat Dunia"
Post a Comment