
loading...
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, bahwa anjloknya IHSG hanya bersifat sementara. Lantaran, adanya kenaikan suku bunga The Fed.
"Biasalah, mungkin di portofolio itu pasti dia mau mencari mana rated yang lebih menguntungkan. Tapi, kalau portofolio sifatnya pasti sementara. Karena saham gabungan memang begitu. Ini bukan sekali saja dan sudah pengalaman, beberapa kali pada saat ada kenaikkan Fed Fund Rate (FFR) pasti direspons begitu. Tetapi, ini sifatnya pasti, kalau portofolio itu temporary," ujar Wimboh Santoso di Jakarta, Jumat (24/3/2018).
Menurutnya, kelemahan IHSG bukan berdasarkan perang dagang yang terjadi di beberapa negara. Sebab, hal itu tidak berpengaruh pada IHSG yang terus menurun. "Lebih banyak karena respons sementara sentimen pasar kenaikkan ke depan," katanya.
Seperti diketahui kemarin, IHSG ditutup merosot sebesar 58,76 poin atau 0,93% menjadi 6.254,07. Pagi ini sektor saham dalam negeri bergerak dalam jalur merah dipimpin kejatuhan terdalam aneka industri yang kehilangan 2.44% untuk kemudian diikuti pelemahan manufaktur sebesar 2.16%. Selanjutnya giliran sektor konsumer yang jatuh 2.13% ketika tidak ada satupun sektor yang menghijau.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp695 miliar dengan 982 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp89,30 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp259,04 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp169,74 miliar. Tercatat 32 saham naik, 257 saham turun dan 62 saham stagnan.
(akr)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "OJK Sebut Kejatuhan IHSG Hanya Sementara"
Post a Comment