
loading...
"Kalau dari sisi APBN, depresiasi itu agak positif dampaknya secara total. Malah bisa mengurangi defisit ke APBN tetapi kita juga harus melihat ekonomi secara utuh. Bagaimanapun APBN harus dikelola secara konsisten baik dari sisi pajak, belanja maupun pembiayaannya," ujar Askolani di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/3/2018).
Lebih lanjut Ia menerangkan pelemahan rupiah akan memiliki dampak positif bagi kenaikan penerimaan negara dari sektor migas. Apabila penerimaan negara semakin tinggi, maka defisit di anggaran bisa berkurang. Selain itu, dampak positif juga didapatkan dari penarikan pinjaman atau utang.
Sementara itu, pelemahan mata uang rupiah juga memberi dampak negatif dari sisi belanja, terutama ke subsidi energi, karena harga beli minyak akan lebih tinggi. Maka belanja negara juga mengalami peningkatan.
Sambung dia menegaskan bahwa dampak pelemahan rupiah tak bisa dihitung hanya berdasarkan melihat pergerakan sesaat bulanan, namun harus secara keseluruhan dalam satu tahun anggaran. "Satu saya ingatkan mohon ini melihatnya jangan jangka pendek. Hal ini pasti dipantau terus sama pemerintah, dimana kita berharap ekonomi tetap terjaga stabil," tandasnya.
(akr)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Rupiah Terdepresiasi Bisa Beri Efek Positif ke APBN"
Post a Comment