
loading...
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara mengatakan inflasi yang terjaga pun cukup realistis. Hal itu terlihat dari kinerja pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di Indonesia.
"Kalau menurut BI bahwa inflasi tahun ini berada di kisaran 3,5%. Kalau dilihat ini, kalau Januari agak tinggi dan Februari turun, Maret juga. Di April ini, survei 0,12%. Jadi kami yakin untuk inflasi tahun ini ada di 3,5%. Itu sesuatu yang realistis," ujar Mirza di Batam, Sabtu (14/4/2018).
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai bahwa transaksi berjalan akan surplus. Dan neraca perdagangan surpuls sebesar USD11 miliar. Tentunya ini akan menjaga inflasi yang bertahan.
"Jadi neraca perdagangan yang Januari dan Februari sempat defisit USD750 juta, kemudian defisit USD120 juta, itu di Maret ini akan ada surplus kira-kira USD1,1 miliar. Jadi neraca perdagangan kita di kuartal I 2018 akan positif. Ini tentu sejalan dengan perkiraan kita bahwa transaksi berjalan di Indonesia kuartal I 2018 ada di kisaran 2% dari GDP. Sepanjang tahun itu akan ada di bawah 2,5% dari GDP," katanya.
Meski sedikit ada tekanan, kata Agus, tapi nanti akan kembali terkendali karena secara umum current account terhadap GDP itu di bawah 3%. "Jadi kami melihat itu masih sehat," katanya.
(ven)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "BI Prediksi Inflasi Bulan April Akan Berada di 0,12%"
Post a Comment