
loading...
Pergerakan bursa saham Tanah Air pada sesi I perdagangan sempat merosot 20,115 poin dengan kehilangan 0,351% di posisi 5.713,52 poin. Sedangkan di awal perdagangan, IHSG tercatat di posisi 5.700,25 atau lebih rendah 33,390 poin (0,582%) dibandingkan penutupan Rabu (4/7) sebesar 5.733,64 poin.
Sektor saham hingga perdagangan sore mayoritas berada di zona hijau. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor pertambangan yang naik 1,69% diikuti sektor infrastruktur dengan tambahan 1,32%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah consumer dengan penurunan mencapai 1,14%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,27 triliun dengan 10,29 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp181,94 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,27 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,09 triliun. Tercatat sebesar 185 saham menguat, 211 melemah dan 142 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp1.425 menjadi Rp24.400, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) menanjak 50% menjadi Rp3.150 serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) meningkat Rp150 ke level Rp14.625.
Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp425 di posisi Rp69.025, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) menyusut Rp100 menjadi Rp2.300 dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) anjlok usai akuisisi menjadi Rp1.525.
Bursa utama Asia memperdalam kerugian pada akhir sesi perdagangan, Kamis ketika pasar utama kebanyakan ditutup lebih rendah saat investor cenderung berhati-hati menjelang penerapan tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China. Di daratan China, komposit Shanghai turun 0,91% menjadi 2.733,98 sedangkan komposit Shenzhen menyusut 2,2%.
Indeks Hang Seng di Hong Kong juga kehilangan 0,21% atau setara 59,58 poin ke level 28.182,09 pada perdagangan sore hari ini. Sektor material dan jas di antara yang berkinerja terburuk dalam sesi penutupan saat saham-saham keuangan juga mengalami tekanan hingga merosot mencapai sebesar 0,89%.
Sementara indeks Nikkei Jepang jatuh 0,78% yang setara dengan 170,05 poin untuk kemudian ditutup pada level 21.546,99. Produsen minyak dan ritel termasuk dalam sektor yang mencetak kinerja buruk di Tokyo dengan Fast Retail merosot 2,52%. Indeks Topix turut mengalami pelemahan 1,01% pada akhir sesi perdagangan, dengan semua 33 subindeksnya berakhir di wilayah negatif.
Di tempat lain, indeks Kospi berbalik lebih rendah 0,35% dan ditutup pada posisi 2.257,55 setelah sempat mencetak keuntungan di awal perdagangan. Saham perusahaan besar seperti Samsung Electronics turun 0,65% meskipun kinerja teknologi lainnya berakhir lebih tinggi.
Konstruksi juga mencatat penurunan, dengan Hyundai Engineering & Construction jatuh 3,98%. Selanjutnya pasar saham Australia ASX 200 melawan tren pelemahan untuk ditutup 0,52% lebih tinggi pada level 6.215,50, dengan subindex keuangan naik 1%. Tekanan juga terlihat pada Indeks saham MSCI untuk Asia Pasifik di luar Jepang yang diperdagangkan lebih rendah 0,53% selama sesi sore perdagangan Asia.
(akr)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "IHSG Berakhir Naik Tipis Saat Bursa Asia Tertekan"
Post a Comment