
loading...
Karena itu, dalam rilis BPS disimpulkan bahwa pada kuartal II/2018 sektor pertanian tumbuh meningkat, terutama pada tanaman hortikultura khususnya produksi sayuran dan buah-buahan serta peternakan pada produk unggas.
Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pertama, puncak panen raya padi terjadi di Maret 2018 dan masih berlangsung hingga akhir kuartal II/2018. Kedua, cuaca yang lebih kondusif dibanding tahun 2017 menyebabkan produksi sayur-sayuran dan buah-buahan meningkat. Ketiga, pengembangan teknologi budidaya dan pakan mandiri memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya.
Tentang hal ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi menilai pertumbuan ekonomi yang dipacu sektor pertanian sangat signifikan. Ini membuktikan bahwa gerakan pertanian Indonesia sangat tumbuh dengan pesat dan pertumbuhan dalam segala varietas di pertanian itu juga menjadi bagian tersendiri bagi dinamika masyarakat.
"Jadi sangat wajar apabila bidang pertanian itu menjadi sektor yang penting dalam rangka untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional," demikian diungkapkan Viva Yoga dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (8/8/2018).
Lebih lanjut Viva Yoga pun menilai capaian pembangunan pertanian saat ini karena kerja keras Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang tiada henti-hentinya keliling membangun pertanian dari Sabang sampe Merauke. Pembangunan Taman Teknologi Pertanian Plus Gresik merupakan bukti pemerintah memajukan pertanian. Sebab, teknologi sangat penting meningkatkan produksi dan petani harus paham tentang bagaimana menggunakan teknologi agar produksi dan kesejahteraan meningkat.
"Untuk itu meningkatkan rakyat dan kedaulatan pangan secara nasional, DPR akan mendorong peningkatan anggaran sektor pertanian, minimal 5% dari APBN harus masuk ke sektor pertanian. Kalau sekarang kan hanya 1-1,3%, tidak akan mungkin kemudian sektor pertanian bisa mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa penambahan anggaran," tegasnya.
Terpisah, anggota Komisi IV DPR Ono Surono mengungkapkan tidak kaget dengan terus terjadinya tren peningkatan kontribusi sektor pertanian. Bahkan dia menilai sektor ini pula yang menjadi salah satu faktor pendorong sehingga laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal II ini naik menjadi 5,27% dari kuartal I/2018 sebesar 5,06%.
"Selama ini fokus kita ini memang adalah peningkatan produksi dan tentunya sudah ada beberapa keberhasilan yang sudah kita lihat. Bahwa produk pangan bisa kita tingkatkan produksinya seperti jagung, beras, dan sejumlah produk hortikultura itu menjadi sebuah keberhasilan yang patut kita apresiasi sehingga peningkatan produksi ini berimbas pada pertumbuhan ekonomi dan PDB itu," kata Ono.
Sementara itu, Mentan Amran menjelaskan komoditas yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi yakni jagung, telur ayam, bawang merah, domba dan komoditas sayura-sayuran serta buah-buahan. Dulu jagung, bawang merah dan telur diimpor, tetapi kini sudah diekspor ke berbagai negara.
"Pada tahun ini Indonesia sudah ekspor jagung 100.000 ton lebih ke Filipina, berasal dari Gorontalo dan Sulawesi Selatan. Provinsi NTB pun ekspor jagung 300.000 ton ke Filipina. Telur pun sudah ekspor ke Jepang, ini sejarah baru bagi kita," jelasnya.
Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi menambahkan membaiknya kinerja sektor pertanian terhadap pertumbuhan PDB ini memang sejalan dengan implementasi program Kementan di lapangan. Di subsektor hortikultura sendiri, sangat fokus meningkatkan produksi hingga ekspor berbagai jenis sayur-sayuran seperti bawang merah, buncis, dan berbagai sayuran lainya. Bawang putih pun tengah didorong produksinya dan ditargetkan tidak ada impor.
“Begitu pun dengan komoditas buah-buahan tengah digenjot produksi dan volume ekspornya. Misalnya, durian, manggis, salak, jeruk dan berbagai jenis buah lainya. Bibit jeruk baru-baru ini dibagikan 1 juta pohon agar produksi naik dan tidak lagi impor bahkan ekspor,” bebernya.
Bagikan Berita Ini
0 Response to "DPR Akui PDB Pertanian Kuartal II/2018 Tumbuh Tinggi"
Post a Comment