
loading...
Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan, salah satu negara tujuan ekspor Indonesia yang mengalami penurunan adalah China. Ekspor nonmigas Indonesia ke China turun menjadi sekitar USD182,6 juta.
"Komoditas ekspor yang turun ke China antara lain produk kimia, lemak dan minyak hewan nabati, bijih, kerak dan abu logam," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (15/10/2018).
Selain itu, penurunan ekspor juga terjadi pada Jepang dan Singapura. Dimana ekspor Indonesia di kedua negara tersebut turun masing-masing menjadi sebesar USD150 juta dan US122,8 juta.
"Jepang untuk permata, pakaian jadi bukan rajutan, bahan kimia organik. Sedangkan Singapura untuk mesin dan peralatan listrik, perhiasan dan permata, besi dan baja," imbuh dia.
Sementara negara yang mengalami peningkatan ekspor tertinggi adalah Korea Selatan menjadi sebesar USD87,5 juta, Bangladesh sebesar USD66,6 juta, dan India sebesar USD41,6 juta.
"Bangladesh USD66,6 juta. Komoditas yang meningkat itu lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral dan perangkat optik. Sedangkan India, komoditas ekspor yang menimgkat antara lain bahan bakar mineral, produk kimia dan pulp," tandasnya.
(fjo)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Ekspor RI ke China Turun Jadi USD182,6 Juta pada September 2018"
Post a Comment