
loading...
Data Bloomberg mencatat mata uang kecintaan kita, ditutup melemah 64 poin atau 0,45% ke level Rp14.191 per USD, berbanding penutupan Rabu lalu di level Rp14.127 per USD. Kamis ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.132-Rp14.201 per USD.
Dengan pelemahan 0,45%, rupiah menjadi mata uang yang terlemah di pasar Asia. Disusul oleh peso Filipina yang melemah 0,35% ke 52,41 per USD, won Korea Selatan jatuh 0,21% menjadi 1.122 per USD, dan yuan China yang melemah 0,20% menjadi 6,77 per USD.
Baca Juga:
Sementara, yen Jepang menjadi mata uang terkuat terhadap dolar AS di pasar Asia, dengan berotot 0,30% ke level 108,76, disusul rupee India yang perkasa 0,30% menjadi 71,02 per USD.
Dolar AS mengambil untung dari seputar masalah Brexit. Melansir dari Reuters, Kamis (17/1) masalah referendum kedua tentang keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa telah melemahkan poundsterling.
Hal ini ditambah dengan kenaikan pendapatan kuartalan yang kuat dari perbankan di Amerika Serikat, seperti Goldman Sachs dan Bank of America, yang membuat USD menjadi primadona. Alhasil, indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama menguat ke 96,144. Poundsterling Inggris melemah di USD1,2877.
(ven)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Rupiah Tertekan ke Rp14.191/USD, Terlemah di Asia"
Post a Comment