
loading...
IMM dikenal sebagai tolok ukur dan penentu tren industri furnitur dunia, karena itu IMM sangat dipertimbangkan sebagai cara yang efektif untuk mendorong ekspor furnitur Indonesia ke Jerman dan Eropa, serta dalam menargetkan pasar internasional. Alasannya negara-negara Uni Eropa, khususnya Jerman merupakan pasar penting untuk furnitur Indonesia.
Lewat dukungan IFPF (Indonesia Furniture and Craft Promotion Forum), pada IMM 2020 kali ini ada 9 perusahaan yang tergabung dalam IFPF hadir dalam pameran tersebut dengan mengangkat berbagai keunggulannya dan keunikan bahan baku mulai dari rotan, bambu, kayu hingga tembaga. Laka Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang ikut dalam IMM dengan mengangkat tembaga sebagai bahan baku furniture yang ditawarkan.
Baca Juga:
"IMM merupakan salah satu event furniture besar yang sangat bergengsi dan sangat mengangkat perkembangan furnitur di Tanah Air," ujar Managing Director PT. Laka Indonesia Hadiq Ulum dalam keterangannya, Rabu (15/1/2020).
Pada IMM kali ini, Laka Indonesia menampilkan berbagai kerajinan tembaga yang khas dan sangat identik, karena dibuat secara handmade oleh para pengrajin tembaga berpengalaman di Desa Tumang, Boyolali, Jawa Tengah.Handiq berharap dengan hadir di IMM 2020, Laka Indonesia bukan hanya bisa menggairahkan dunia Furniture tanah air juga bisa mengangkat hasil karya pengrajin tembaga nasional ke kancah dunia. Laka Indonesia sendiri merupakan UMKM binaan Danaprospera yang sudah go internasional.
(akr)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kerajinan Tembaga Indonesia Hadir Dalam Pameran Furnitur Terbesar di Jerman"
Post a Comment