
loading...
"Jadi kalau ada orang bilang saya tunduk ke China segala macam, itu tidak benar. Kita tidak akan menjadi budak untuk negara manapun," tegas Luhut di Jakarta, Selasa (7/1/2020).
Luhut juga membantah mengenai pandangan yang menganggapnya terlalu lunak ke China soal sengketa Natuna karena negeri Tirai Bambu itu banyak berinvestasi di Indonesia.
Baca Juga:
"Jangan bilang saya itu jual kedaulatan kita dengan investasi. Saya tidak jual kedaulatan, saya bukan orang bego!" tandasnya.
Dirinya menerangkan perihal sengketa Natuna dengan China tidak perlu diselesaikan dengan cara kekerasan. Luhut menginginkan penyelesaian sengketa Laut Natuna dengan melakukan persiapan dan perbaikan aspek penunjang kelautan yang lebih komprehensif.
"Saya bicara dengan Menhan (Prabowo Subianto), dan kita menemukan solusi masalah itu selain di China, di sisi kita ternyata juga ada masalah. Kita sendiri tidak siap selama berpuluh-puluh tahun," katanya.
Oleh karenanya, Luhut mengungkapkan, saat ini pemerintah akan terus memperkuat seluruh aspek pendukung dari kelautan Indonesia.
"Kita harus mempercepat pembangunan pangkalan nelayan di Laut Natuna hingga memperkuat tugas dan kewenangan Badan Keamanan Laut melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law," tandasnya.
(ven)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Sengketa Natuna, Luhut: Saya Tidak Jual Kedaulatan dengan Investasi"
Post a Comment