
loading...
Adapun utang luar negeri Indonesia tersebut tumbuh 8,3% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 12,0% (yoy).
"Utang luar negeri masih dalam koridor aman (35% dari GDP). Terkelola dengan baik dan prudent untuk kegiatan produktif berdampak pada pertumbuhan ekonomi," ujar Ryan Kiryanto saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (15/1/2020).
Baca Juga:
Dia pun meyakini utang luar negeri ini tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi. "Utang luar negeri ini juga lebih banyak yang jangka panjang ketimbang jangka pendek. Jadi tidak akan mengganggu perekonomian," jelasnya.
Utang luar negeri pemerintah tercatat tumbuh melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya. Posisi utang luar negeri pemerintah pada akhir November 2019 tercatat sebesar USD198,6 miliar atau tumbuh 10,1% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,6% (yoy).
Sedangkan utang luar negeri swasta tumbuh lebih rendah dari bulan sebelumnya. Utang luar negeri swasta tumbuh 6,9% (yoy) pada akhir November 2019, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,7% (yoy).
(fjo)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Utang Luar Negeri USD401,4 Miliar Diyakini Tak Ganggu Ekonomi"
Post a Comment