
Zhang ngomel-ngomel karena sejumlah perusahaan China menghadapi masa sulit di Amerika Serikat sejak Trump menjadi presiden. Diantaranya Trump tidak menyetujui Alibabab Ant Financial untuk mengakuisisi MonyeGram, menolak perusahaan ponsel China Huawei bekerja sama dengan AT&T untuk memasarkan telepon genggam China di AS, dan menghalangi investasi Baidu di Negeri Paman Sam.
"Saya khawatir. Dan Anda tahu beberapa sentimen anti-China, anti-globalisasi dari Trump ini merugikan China. Juga akan merugikan Amerika Serikat dan negara-negara lain di dunia," keluhnya.
Zhang mengatakan tidak berpikir akan terjadi sentimen seperti saat ini. Karena menurutnya, Amerika adalah negara yang hebat, di mana banyak talenta bakal global dan teknologi mutakhir.
Meski demikian, kata Zhang, Baidu tetap akan meningkatkan kehadirannya di AS. Ia memiliki pusat penelitian dan pengembangan di Silicon Valley yang berfokus kepada kecerdasan buatan. Perusahaan juga baru saja membeli xPerception, perusahaan Amerika yang mengembangkan perangkat lunak persepsi visual, yang fokus pada mobil tanpa sopir.
Pusat penelitian Badiu di Silicon Valley, kata Zhang, memiliki sekitar 200 karyawan. Dan Baidu berencana meningkatkan jumlah karyawan antara 50 hingga 100 orang pada tahun ini.
Baidu merupakan mesin pencari yang sering dijuluki "Google of China" hadir di AS bukan untuk menandingi Google. Mereka datang berfokus pada penelitian kecerdasan buatan dan sejumlah aplikasi seluler. Produk perangkat lunak mobil utama tanpa sopir mereka disebut proyek Apollo, dan akan membawanya ke AS.
"Kami akan mencoba memperluas Apollo ke Amerika Serikat. Karena sangat jelas, AS merupakan pasar penting bagi kami," kata Zhang.
(ven)
Baca Lagi dong https://ekbis.sindonews.com/read/1276409/35/bos-baidu-sentimen-anti-china-dari-trump-merugikan-dunia-1516793670Bagikan Berita Ini
0 Response to "Bos Baidu: Sentimen Anti-China dari Trump Merugikan Dunia"
Post a Comment