Search

Generasi Milenial Berebut Profesi Menantang

Perubahan generasi diikuti dengan perilaku dalam menentukan pilihan pekerjaan. Mereka yang disebut generasi milenial memiliki watak sangat berbeda dengan generasi sebelumnya semisal generasi x.

Saat ini pencari kerja yang berada di bentangan usia 21- 35 tahun tidak lagi terpaku pada berapa besar gaji yang akan mereka dapat, tetapi seberapa fleksibel pekerjaan mereka dan seberapa besar mereka bisa berkiprah di tempat kerjanya. Dengan kata lain mereka memburu profesi yang memberikan tantangan, walau pun itu tidak sesuai dengan latar bela kang an pendidikannya.

Dampak dari pergeseran ini adalah munculnya lapangan pekerjaan yang menjadi rebutan atau paling diminati seperti bekerja di perusahaan startup. Generasi milenial juga suka berwirausaha. Di sisi lain perubahan ini juga akan berpengaruh terhadap eksistensi sejumlah profesi karena tidak lagi diminati.

”Generasi milenial lebih suka pada pekerjaan yang fleksibel dan memiliki ruang improvisasi dalam bekerja,” ujar Wakil Ketua Bidang Pengembangan Generasi Milenial Perhimpunan Manajemen Sumber-daya Manusia (PMSM) Indonesia, Dayu Dara, kepada KORAN SINDO.

Berdasar pengalamannya berinteraksi dengan mahasiswa ketika memberikan materi kewirausahaan, Dayu menangkap setidaknya ada dua hal yang paling diminati generasi milenial seusai lulus kuliah. Kedua hal itu adalah bekerja di perusahaan startup atau bekerja mandiri.

Hal ini karena bekerja mandiri ataupun di perusahaan startup menawarkan situasi bekerja yang fleksibel dan memberikan ruang untuk berimprovisasi. Pilihan-pilihan tersebut, menurut Dayu, menjadi penyebab terjadinya penurunan minat bekerja di BUMN dan perusahaan multinasional. Padahal gaji yang ditawarkan BUMN dan perusahaan multinasional cukup besar.

Kemungkinan hal itu karena BUMN ataupun perusahaan multinasional relatif ketat dalam membuat aturan untuk pegawainya. Generasi milenial cenderung menyukai tantangan dan pekerjaan yang menuntut banyak berpikir. Mereka pun enggan hanya menjadi tim penyokong atau suporter alias harus menjadi pemain inti.

Pada perusahaan non-startup, jenjang struktur organisasi perusahaan kerap membuat pegawai sulit mendapatkan kesempatan berkembang. “Soal sektor industri usaha yang diminati perusahaan startup sebenarnya banyak sekali. Misalkan saja di bidang transportasi atau e-commerce,” tandasnya. Pada bisnis startup, setidaknya ada beberapa bidang yang paling diminati.

Misalnya engineering, desain produk, marketing, teknologi, dan operasional perusahaan. Kelimanya kerap diperebutkan oleh generasi milenial karena dianggap menantang dan membutuhkan pemikiran. Situasi dan kondisi ini menurutnya bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi secara global di berbagai belahan dunia.

Kementerian Tenaga Kerja ternyata telah memperkirakan terjadinya pergeseran industri ini. Kondisi demikian seiring dengan kemajuan digitalisasi yang akan berujung pada kebutuhan tenaga kerja. Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio bahkan berani memprediksi revolusi industri dan transformasi industri akan segera terjadi.

Menurutnya, jika dilihat dari kemajuan zaman dan di gitalisasi saat ini, hal itu memang wajar terjadi. Bahkan dia memperkira kan dampak dari revolusi industri itu akan sangat terasa, antara lain punahnya sejumlah jenis pekerjaan. Oleh karena itu, diperlukan persiapan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengisi jenis pekerjaan yang baru.

“Kondisi industri yang kini berjalan kedepannya akan kedaluwarsa sehingga perlu dilakukan strategi agar terjadi transformasi industri. Misal nya sajadengan melakukan pemetaan jenis-jenis pekerjaan yang akan terjadi di masa depan,” papar Bambang. Sejumlah pekerjaan yang akan hilang oleh kemajuan teknologi di antaranya adalah teller bank, pramuniaga, dan para buruh rokok.

Misalnya yang terjadi di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Bank di Negeri Paman Sam tersebut melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 48.000 teller bank. Pemberhentian ribuan karyawan itu dilakukan oleh pihak bank dengan menggunakan alasan sistem perbankan telah online.

Let's block ads! (Why?)

Baca Lagi dong https://ekbis.sindonews.com/read/1279228/39/generasi-milenial-berebut-profesi-menantang-1517705969

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

1 Response to "Generasi Milenial Berebut Profesi Menantang"

  1. Kami adalah organisasi yang dibentuk untuk membantu orang yang membutuhkan
    bantuan, seperti bantuan keuangan. Jadi, jika Anda sedang mengalami keuangan
    masalah, jika Anda memiliki kekacauan keuangan dan Anda perlu dana untuk
    memulai bisnis Anda sendiri atau Anda membutuhkan pinjaman untuk melunasi utang atau membayar
    tagihan, memulai bisnis yang bagus atau Anda merasa sulit
    dapatkan pinjaman modal dari bank lokal, hubungi kami hari ini melalui e-mail
    rebeccawilliamsloanfirm@gmail.com

     "Jadi, jangan biarkan kesempatan ini berlalu begitu saja,
    Anda disarankan untuk melengkapi dan mengembalikan detail di bawah ini ..

    Namamu: ______________________
    Alamat Anda: ____________________
    Negaramu: ____________________
    Tugas Anda: __________________
    Jumlah pinjaman yang dibutuhkan: ______________
    Jangka waktu pinjaman: ____________________
    Pendapatan bulanan: __________________
    Nomor handphone: ________________
    Apakah Anda mengajukan pinjaman sebelum: ________________
    Jika Anda telah mengajukan pinjaman sebelumnya, di mana Anda diperlakukan dengan jujur? ...

    Bertindak cepat dan keluar dari tekanan keuangan, kekacauan, dan tantangan
    hubungi REBECCA WILLIAMS LOAN FIRM hari ini melalui e-mail:
    rebeccawilliamsloanfirm@gmail.com

    ReplyDelete

Powered by Blogger.